Seperti kupu-kupu


  April  2019 Awal di mana aku bertemu dengannya. Di hari itu adalah hari awal aku masuk Eskul Pencak Silat Aku bertemu Dia yang nampak dingin menatap ke arahku dan memberikan senyuman kecil dan kemudian dia menghilang dari padanganku. Dia adalah kaka kelas sekaligus senior yang sangat aku kagumi. Saat itu aku masi berdiri diam di tempatku menatapnya namun lamuanku tersadar saat temanku datang dan bertanya sedang apa aku berdiri diam dan menghayal. Kemudian aku dan temanku bergabung dalam kumpulan siswa lainya aku selalu mengingat tatapannya yang dingin.

 Setiap hari Saat latihan aku selalu bertemu dengannya dia sangat baik dan sangat ramah melatih dan memberikan contoh kepada kami semua. Dia juga sangat sabar dalam mengajar kami dia menjadi kakak sekaligus teman bagi kami semua.aku sempat menyimpan rasa suka padanya tapi aku tak berani untuk mengungkapkan dan lebih memilih mengagumi dalam diam.

Setelah dia lulus dan melanjutkan pendidikanya saat itu aku tak lagi bertemu dengannya dan tak saling berkomunikasi sampai akhirnya aku mendapat kabar dia telah memiliki keluarga kecil. Saat itu aku belajar bahwa sesuatu yang ada belum tentu menjadi milik kita. Dia bagaikan kupu-kupu terkejar tapi tak tergapai.

 

Komentar